KEYAKINAN KELAS SEBAGAI PENERAPAN BUDAYA POSITIF
Untuk itu penerapan budaya positif tidak bisa meninggalkan peran seorang guru yang harus mampu menjadi agen perubahan dalam ekosistem sekolah. Dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan tantangan tersendiri bagi guru karena murid yang dihadapi adalah generasi yang penuh dengan keterbukaan. Begitu mudah budaya luar masuk dan diadaptasi oleh murid- murid kita. Hal ini menuntut kita untuk dapat mengarahkan murid agar tetap mempertahankan budaya yang sesuai dengan khasanah Pancasila.
Dari pengertian
budaya positif yaitu nilai- nilai, keyakinan- keyakinan dan kebiasaan- kebiasaan
disekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi
yang kritis, penuh hormat dan tanggung jawab.Oleh
karena itu penerapan budaya positif diawali dari hal- hal yang sifatnya kecil
dan sederhana. Itulah alasan mengapa keyakinan kelas dibuat untuk membawa
murid- murid kita menerapkan budaya positif yang dimulai dari lingkup kelas.
Sesuai dengan
pemikiran Ki Hajar Dewantara akan “ tujuan
pendidikan yaitu menuntun segala kodrat
yang ada pada anak- anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi- tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”.
Jadi salah satu tindakan menuntun adalah mengarahkan
agar murid- murid kita dapat memiliki motivasi yang lahir dari dalam diri
mereka untuk dapat mengontrol tindakan maupun prilaku mereka sehari- hari.
Untuk dapat
menerapkan budaya positif di sekolah kita tidak dapat menempuh dengan cara
instan, kita mulai dari hal- hal kecil untuk dimaknai oleh murid sebagai
pedoman bertindak dan bertingkah laku. Untuk mengarahkan murid mewujudkan budaya
positif disekolah kita memulai dari
pembuatan keyakinan kelas. Keyakinan kelas merupakan kesepakatan yang dibuat
atau diusulkan oleh seluruh siswa di kelas untuk disepakati bersama sebagai
keyakinan kelas. Kesepakatan tersebut dibuat oleh siswa dengan pengawasan dan
panduan dari guru. Setiap siswa diberikan hak yang sama dalam membuat kesepatan
bersama.
Demikian yang dilakukan di SMPN 1 Rantau Pandan, untuk memulai penerapan budaya positif dengan membuat kesepakatan atau keyakinan kelas terlebih dahulu. Langkah- langkah yang ditempuh antara lain:
- Guru mengenalkan budaya positif kepada murid, dan pentingnya keyakinan kelas yang akan dibuat.
- Guru mengarahkan murid bahwa keyakinan yang akan mereka buat bertujuan untuk memperlancar pelaksanaan pembelajaran.
- Guru memimpin dan memantau murid dalam membuat kesepakatan.
- Semua murid mendapatkan kesempatan yang sama dalam menuangkan ide ataugagasan.
- Mendiskusikan dan umpan balik terhadap kesepakatan dari masing- masing murid.
- Jika sudah mendapatkan kata sepakat dan murid memahami konskensi dari pelanggaran terhadap kesepakatan yang mereka buat bersama.
- Semua murid menandatangani hasil kesepakatan yang akan dilaksanakan di kelas mereka, sebagai bentuk rasa tanggung jawab untuk pelaksanaannya.
2.


Kesepakatan yang
sudah dihasilkan dan dituliskan dalam kertas sticky notes atau yang lainnya
kemudian diseleksi bersama, untuk menentukan hal- hal yang bisa disepakati dan mana yang tidak bisa disepakati.
Hasil kesepakatan bersama kemudian dijadikan sebuah keyakinan oleh seluruh
warga kelas. Setiap murid menandatangani
keyakinan kelas yang telah mereka buat sebagai sebuah pertanggungjawaban mereka
akan apa- apa yang sudah mereka putuskan secara bersama. Keyakinan kelas akan
dijadikan pedoman bertindak dan bertingkah laku sebagai acuan semua warga kelas.
Berangkat dari keyakinan kelas tersebut budaya positif sekolah diwujudkan perlahan- lahan. Murid digiring untuk melakukan pembiasaan- pembiasaan atau menerapkan nilai- nilai positif dalam lingkup kecil terlebih dahulu yaitu kelas. Setelah hal ini diterapkan dengan baik di masing- masing kelas maka secara tidak langsung budaya positif di sekolah dapat terwujud. Selain itu keterlibatan seluruh warga sekolah sangat diperlukan untuk mewujudkan budaya positif ini. Oleh karena itu warga sekolahpun juga harus mendapatkan pemahaman tentang budaya positif yang akan diterapkan di sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar